Sampai hari ini masih banyak sekali orang-orang yang bertanya “kenapa sih belajar bahasa banyak-banyak emangnya bakalan kepake ya suatu hari nanti?” Sebetulnya kalau mau dibilang mengenai apakah hal ini bisa atau tidaknya terpakai, jawabannya sangatlah jelas yaitu tidak akan terpakai. Karena banyak sekali orang-orang yang memang kita tidak temui di kehidupan kita sehari-hari, contohnya: Mungkin kita tidak akan bertemu dengan orang Rusia seumur hidup kita atau mungkin orang-orang yang berbicara menggunakan bahasa Swahili atau Xhosa. Tetapi, kenapa belajar bahasa asing kalau memang tidak ada tujuan khusus? Ini adalah pertanyaan yang sangat bagus sebetulnya karena memang tanpa tujuan yang jelas seseorang tidak akan bisa mencapai apa yang mereka inginkan karena tujuan adalah hal dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang. Tetapi, kenapa ini sudah tidak ada tujuan dan orangnya pun belum tentu bisa bertemu secara nyata, tetapi masih tetap ingin belajar bahasa asing?

 

Sebetulnya kembali lagi kita berbicara mengenai passion atau kesenangan melakukan sesuatu. Steve jobs pernah berkata mengenai “What makes your heart sing” Ini adalah pertanyaan yang sangat powerful, kenapa? Karena passion akan membuat hati kita bersenang-senang saat kita akan bekerja atau melakukan sesuatu.

 

Saya pribadi merasakan ketertarikan terhadap bahasa adalah saat Saya tinggal diluar negeri untuk menyelesaikan studi. Ketika itu, saya menyelesaikan studi di Korea Selatan dan di saat itu pula pertama kalinya saya bertemu dengan banyaknya orang dari seluruh dunia yang berkumpul di satu sekolah dan tentunya mereka berbicara dalam bahasa yang berbeda dan sangat jelas bahwa setiap dari kami memiliki budaya yang berbeda-beda dan kami memiliki cara dan pendekatan yang berbeda-beda dalam bersosialisasi ataupun menyelesaikan masalah. Lalu apa yang menarik saya terhadap bahasa pada saat itu? Yang menarik Saya adalah bagaimana setiap orang-orang itu memiliki pola pikir yang berbeda. Pola pikir adalah hal yang sangat menarik karena setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda-beda dan karakter orang pun berbeda-beda sehingga bagaimana mereka meresponi masalah sangat berbeda dengan orang-orang lain dari seluruh Indonesia.

 

Coba kita berhenti sejenak dan berpikir, kenapa kita sebagai orang Indonesia berpikir dalam bahasa Indonesia? Bertindak seperti orag Indonesia juga? Mungkin jika sebagai orang Indonesia kita bisa menganggap apa yang dimaksud dengan kalimat ini. Sekarang coba kita berpikir bagaimana orang-orang asing berpikir menggunakan bahasa mereka. Bagaimana bahasa mampu mempengaruhi pola pikir mereka. Terkadang beberapa contoh orang dari beberapa negara memiliki bahasa-bahasa yang mempengaruhi pola mereka menggunakan uang atau ada beberapa orang yang memiliki kecenderungan untuk menyimpan uang berdasarkan sistem dari bahasa ibu yang mereka miliki.

 

Kembali lagi saat Saya bersekolah di Korea Selatan, disana  saya bertemu dengan banyak orang dari seluruh dunia dimana mereka tentunya berbicara dengan bahasa mereka masing-masing dan itu sangat menarik Saya untuk terus mempelajari bahasa asing dan tentunya budaya dari dimana negara tersebut. Kemudian, saat saya mulai bisa menggunakan bahasa tersebut saya semakin tertarik dengan penggunaan bahasa asing yang ternyata semakin digunakan semakin seru untuk saya. Khususnya, Saya merasakan betapa bahasa asing sangat menyenangkan saat Saya belajar bahasa Mandarin di Shanghai, Cina. Disaat itu Saya masih sangat Saya berbicara bahasa Korea dengan orang di samping saya, kemudian berbicara bahasa Inggris dengan orang di belakang saya, bahasa Jepang dengan orang yang ada di depan saya. Pada akhirnya, saya berbicara bahasa Mandarin dengan orang-orang yang lainnya. Itu adalah hal yang sangat membuat saya sangat bersemangat saat itu saat bersekolah karena saya tahu bahwa saya akan berbicara dengan bahasa-bahasa tesebut. Itu yang disebut dengan passion! Saat kalian tahu bahwa kalian bangun pagi dan tanpa basa-basi lagi langsung bangun, mandi dan pergi keluar dari kamar kamu.

 

Kemudian, saya merasakan budaya internasional saat saya bekerja di Shanghai. Saat itu saya bekerja dengan orang-orang dari berbagai negara, sebagai contohnya, Amerika Serikat, TIongkok, Norwegia, Itali, Spanyol dan banyak yang lainnya. Disana saya mendengar lebih banyak lagi bahasa asing dan melihat bagaimana mereka berespon.

 

Lewat pengalaman-pengalaman yang terjadi semakin saya merasa bahwa bahasa asing adalah salah satu passion terbesar dalam hidup yang harus di kejar. Belajar bahasa asing buat saya bukan hanya mampu untuk berbicara dengan orang lain atau berkomunikasi dengan orang asing, tetapi juga untuk berhubungan dan terkoneksi dengan orang lain. Karena kita tidak pernah tahu hal apa yang terjadi lewat hubungan yang kita bangun dengan orang lain.

 

Salah satu hal yang membuat saya terus semangat belajar bahasa asing adalah kesempatan-kesempatan yang semakin terbuka untuk membangun hubungan dengan semakin banyak orang lagi. Saya tersadar bahwa ada beberapa orang yang bisa saya bantu lewat bahasa-bahasa yang bisa saya pakai dan orang-orang itu tidak bisa dibantu oleh teman-teman saya yang lain karena mereka tidak memiliki akses untuk membantu mereka. Tetapi, saya bisa karena saya memiliki akses untuk hal itu lewat bahasa yang saya bisa gunakan.

 

Passion yang kita miliki akan semakin terasa menyenangkan atau seru saat kita bisa membantu orang lain lewat passion yang kita miliki. Jadi, jangan sampai passion yang kita miliki hilang hanya karena kondisi yang tidak memungkinkan, karena saya percaya saat kita memang menginginkan sesuatu pasti ada cara untuk mencapai hal tersebut.