Banyak sekali orang yang berminat untuk belajar bahasa Mandarin karena pentingnya bahasa ini untuk kelanjutan usaha atau bisnis atau bahkan karir mereka di pekerjaan yang sedang mereka lakukan. Tetapi, tentu kita tidak bisa memungkiri bahwa banyak hal yang harus di korbankan agar bisa menguasai bahasa Mandarin secara holistik atau keseluruhan, yang kami maksud adalah belajar berbicara, menulis, mendengarkan dan juga membaca. Semua hal tersebut bukannya mustahil dicapai, sesungguhnya justru kebalikan dari kebanyakan orang menurut kami hal tersebut sangatlah mungkin untuk dilakukan. Tetapi, sebagai orang yang bekerja dan tidak memiliki banyak waktu luang untuk belajar, tentu waktu untuk belajar adalah hal yang sangat sulit ditemukan di sibuknya kehidupan. Namun, jika ingin bisa berbicara dalam bahasa Mandarin, haruskah kita bisa menulis, membaca dan mendengar? Menurut kami, kita tidak perlu bisa melakukan hal tersebut untuk bisa berbicara dalam bahasa Mandarin. Kenapa? Karena berbicara adalah salah satu kemampuan utama di dalam belajar bahasa, sehingga jika kita hanya ingin berbicara bahasa Mandarin kita tidak perlu bisa membaca dan menulis, kita hanya perlu bisa membaca Pin Yin dan melafalkannya dengan benar. Tetapi, berbeda jika kalian berkata bahwa kalian ingin menguasai bahasa Mandarin, jika itu target atau tujuan kalian, sudah pasti kalian harus bisa membaca, menulis dan juga mendengarkan.

 

Tetapi, untuk bisa berbicara dalam bahasa Mandarin kita tetap perlu salah satu dari 4 kemampuan tersebut untuk mendukung kemampuan kita berbicara, kemampuan tersebut adalah kemampuan untuk mendengarkan. Karena tidak mungkin kita akan berbicara tanpa mendengarkan apa yang diucapkan oleh oranglain, kecuali kalian menjadi pembicara di depan kaca rumah. Tetapi, kita tentu ingin berhubungan dengan orang asli Tiongkok atau Taiwan. Oleh karena itu kita perlu bisa mendengar bahasa Mandarin dan membalas apa yang mereka ucapkan.

 

Sekarang, karena kita sudah menentukan tujuan akhir kita yaitu hanya untuk berbicara dengan orang Tiongkok maka yang perlu kita lakukan adalah rencana-rencana untuk belajar bahasa Mandarin. Karena tanpa perencanaan yang baik tentu segala hal akan menjadi buruk juga. Sehingga, mari kita mulai dengan langkah pertama.

 

Pertama, kuasai Pin Yin. Ini adalah sistem penulisan yang sangat perlu di kuasai oleh orang yang tidak ingin menulis bahasa Mandarin dan membaca tentunya. Kenapa? Karena dengan menguasai Pin Yin setidaknya kalian bisa mengetik dalam bahasa Mandarin, atau setidaknya bisa mengucapkan bahasa Mandarin dengan benar. Karena ada beberapa Pin Yin yang cukup berbahaya jika salah diucapkan. Beberapa contohnya adalah seperti ini: b p, g k, s sh, d t, j q, dan beberapa lainnya. Jika kita melihat huruf-huruf b g s d j ini akan berbunyi seperti huruf p k s t c dalam bahasa Indonesia, jadi contoh ben gen san da ji ini akan berbunyi pen ken san ta ci. Sedangkan p k sh t q akan memiliki bunyi tambahan yaitu bunyi angin, dalam artian saat kita menyebutkan huruf-huruf ini kita harus mengeluarkan angina melalui mulut, sehingga secara pelafal akan cenderung seperti ini ph kh sh th ch. Contoh pa ka sha ta qu ini akan berbunyi seperti pha kha sha tha chu.

 

Kedua, kuasai keempat nada Mandarin. Banyak yang hilang bahwa nada tidak penting, padahal nada dalam bahasa Mandarin adalah hal yang sangatlah penting, jika kita salah mengucapkan nada tentu artinya akan berubah menjadi kata lain. Nah, Mandarin memiliki 4 nada, nada 1 dan 3 cenderung lebih panjang dibandingkan dengan 2 dan 4. Kalian bisa melihat di Internet untuk melihat seperti apa bunyi dari keempat nada tersebut.

 

Ketiga, perbanyak konjugasi. Di beberapa artikel sebelumnya kita sering menuliskan mengenai pentingnya konjugasi atau kalimat penghubung dalam belajar bahasa asing. Kenapa? Karena konjugasi adalah kata-kata yang dipakai dalam segala topik perbincangan. Jadi, jika kita bisa menguasai konjugasi kita sudah menguasai teknik menyambungkan kalimat. Beberapa konjugasi yang menurut kita penting seperti:

kalau如果Rúguǒ

 

tetapi但dàn
walaupun虽然suīrán

 

dan和hé

 

karena因为yīnwèi

 

jadi所以suǒyǐ

 

tidak kalah dengan konjugasi, beberapa hal lain yang perlu dikuasai adalah kata-kata frekuensi seperti sering, jarang, dan lain-lain. Kemudian, jika beberapa kata kerja dasar dan frase-frase dasar. Untuk mendapatkan list dari kata-kata tersebut, kalian bisa menghubungi kita untuk mendapatkan E-book: Hacking Chinese secara gratis. Sehingga, kalian bisa mendapatkan kata-kata yang berguna untuk mempercepat proses kalian belajar bahasa Mandarin.

 

Sekarang kita akan melihat sedikit cara berbicara dengan orang Tiongkok atau orang Taiwan. Seandainya, kalian tidak sengaja bertemu dengan mereka di tengah jalan. Yuk kita coba sedikit:
A: Nǐ hǎo! (Apa kabar)

B: Nǐ hǎo! (Apa kabar)

A: Nǐ jiào shénme míngzì ? (Kamu di panggil apa?/ Siapa namamu?)

B : Wǒ de míngzì shì yuēhàn (John) /  Wǒ jiào yuēhàn, Nǐn Guìxìng? (Nama saya adalah John/Saya di panggil John), Anda marga apa?

A: Wǒ xìng Wáng (Saya marga Wang)

 

Kita lihat bahwa ada perbedaan di antara penggunaan Ni dan Nin. Ni di gunakan untuk kondisinya kurang formal sedangkan Nin di pakai untuk kondisi yang lebih formal.Tentu percakapan diatas sangatlah tidak cukup untuk kita bisa berbicara banyak dengan orang Tiongkok. Tetapi, setidaknya bisa men-trigger kita untuk mulai belajar bahasa Mandarin.