Hari ini banyak sekali orang-orang berusaha menguasai sebuah bahasa asing baik itu untuk meningkatkan karir, hobi, mengejar pasangan yang ada orang asing atau alasan apapun. Ujungnya kita akan menyalakan diri kita sendiri dengan alasan “saya bodoh” “saya memang tidak mampu menguasai bahasa asing” “saya tidak punya talenta” “saya sangat sulit untuk menghafal” dan berbagai alasan lain yang bukan saja memperlambat diri kita belajar, atau bahkan menghancurkan mimpi kita untuk menguasai sebuah bahasa asing.

 

Memang betul proses menguasai bahasa asing adalah hal yang tidak mudah untuk lakukan, bahkan tergolong sebagai sebuah kemampuan yang sulit untuk dikuasai. Bahkan banyak orang-orang yang bilang bahwa kita butuh tahunan dan uang yang banyak untuk bisa menguasai bahasa asing. Tetapi, banyak sekali dari kita yang sudah tinggal puluhan tahun di luar negeri namun tetap tidak bisa menguasai bahasa asing, atau banyak dari kita yang sudah membuang puluhan juta rupiah hanya untuk melihat bahwa kita gagal untuk menguasai bahasa asing. Sebetulnya kenapa ada orang yang tidak pernah tinggal di luar negeri tetapi mampu untuk menguasai bahasa asing, atau orang-orang yang tidak pernah belajar di lembaga belajar manapun mampu menguasai bahasa asing namun kita yang sudah ke sekolah belajar bahasa asing atau bahkan keluar negeri namun tetap tidak bisa menguasai bahasa asing?

 

Ada beberapa alasan untuk hal itu, jadi mari kita mulai dengan alasan yang pertama:

  • Tidak memiliki alasan yang kuat untuk menguasai sebuah bahasa asing

 

Alasan adalah kekuatan yang sangat besar untuk menguasai kemampuan apapun, baik itu kemampuan berolahraga atau kemampuan berbahasa atau bahkan bermain musik. Tanpa alasan kita akan bingung dan tidak mampu bertahan lama saat kita mengalami kesulitan dalam proses menguasai bahasa asing. Kesulitan dalam menguasai bahasa asing terdapat di setiap tingkatnya, sehingga alasan yang kuat sangat diperlukan untuk menguasai bahasa asing, atau lebih tepatnya alasan sangat dibutuhkan untuk terus berjalan meskipun sangat sulit untuk berjalan di prosesnya.

 

Alasan setiap orang untuk belajar bahasa asing berbeda-beda, ada yang belajar karena hobi, ada yang belajar karena ingin berlibur ke negara tersebut, ada yang belajar karena pasangan hidup, ada yang belajar karena karir atau ada yang belajar karena studi. Jadi alasan mana yang paling kuat? Tentu kita tidak bisa mengatakan yang mana yang lebih kuat, semua dimulai dari diri kita masing-masing seberapa kita ingin menguasai bahasa asing tersebut.

  • Tidak memiliki materi belajar yang baik

 

Belajar bahasa asing saja sudah sulit untuk dikuasai, tentu saja dengan materi belajar yang buruk akan membuat belajar semakin sulit. Saat belajar bahasa asing semakin sulit, kita memerlukan alasan yang lebih kuat lagi untuk mampu menguasai namun kembali lagi kita akan jatuh ke dalam kegagalan karena alasan yang kurang kuat itu. Jadi, memiliki materi yang baik untuk belajar adalah hal pertama yang perlu kita miliki agar kita bisa menguasai bahasa asing. Tanpa materi yang baik, jelas, teratur dan tidak bertele-tele akan membuat proses menguasai bahasa asing menjadi jauh lebih mudah dan menyenangkan.

 

Tentu saat kita merasa bahwa belajar bahasa itu menyenangkan kita akan berusaha terus untuk belajar bahasa tersebut. Karena kita tidak merasa bahwa pelajaran ini seperti beban. Banyak sekali materi belajar yang dibuat bertele-tele dan pada akhirnya akan membuat kita stress dan merasa ini seperti sekolah. Padahal belajar bahasa seharusnya tidak seperti pelajaran sekolah, karena saat kita merasa bahwa belajar bahasa asing seperti sekolah, kita akan gagal dalam menguasai bahasa asing.

 

Ide soal sekolah sudah sangat kita tidak suka, sekarang saat kita seharusnya belajar untuk meningkatkan karir kita, atau untuk hobi kita, tetapi kita merasakan seperti sekolah, tentu itu adalah hal yang sangat tidak baik. Jadi, pastikan materi yang kita miliki sekarang cocok dengan kita.

 

  • Target Besar Tanpa Disertai Langkah Praktis

 

Semua motivator dimanapun akan berkata bahwa kita perlu target besar agar kita mampu mencapai sesuatu yang besar. Permasalahannya ada 2 hal yang kita perlu perhatikan agar kita mampu mencapai target besar tersebut, yang namanya target besar artinya sesuatu yang kecil kemungkinannya kita capai dalam waktu-waktu dekat. Meskipun besar kecilnya sebuah target itu relatif orang per orang. Tetapi, kita perlu memiliki yang namanya Tahan Uji atau Persistency dan Consistency, untuk mencapai sesuatu yang besar kita perlu sabar melewati proses, baik itu 3 bulan, 9 bulan, 1 tahun.

 

Sekarang seandainya kita mau berlari dengan kecepatan 10 Km/ jam tentu kita akan perlu membangun kebiasaan untuk bisa berlari 2 Km/ jam atau mungkin jika memiliki kondisi tubuh yang tidak memungkinkan 1 Km/ jam, sehingga kebiasaan ini perlu dibangun agar kita bisa mencapai titik 10 Km/ jam. Jika kita ingin mencapai 100 juta per bulan tentu kita perlu 5 juta per bulan terlebih dahulu, begitupun jika kita berbicara bahasa asing dengan lancar maka kita perlu belajar dari tata bahasa yang dasar terlebih dahulu.

 

Saat membuat target besar pastikan waktu yang jelas, jika kita ingin mencapai kelancaran berbahasa untuk obrolan sehari-hari pastikan bahwa kita memiliki target yang ingin kita capai untuk 2 bulan berikutnya. Contohnya: dalam 2 bulan saya akan mencapai 100 atau 200 kosa kata baru. Sehingga saat kita mencapai 1 tahun target kita, kita sudah menguasai 1200 kosa kata, dan itu sudah cukup untuk bisa berbicara sehari-hari. 100 kata baru per bulan berarti hanya sekitar 3 kata baru per baru. Tentu 3 kata baru per bulan bukanlah hal yang sulit untuk dikuasai bukan?

 

  • Terlalu kaku dengan cara belajar

 

Mungkin ini sudah tertanam dengan sangat kuat di dalam pikiran dan perasaan kita bahwa cara belajar yang baik adalah seperti sekolah, seberapa bencinya kita dengan sekolah, kita selalu membawa cara belajar sekolah ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam belajar bahasa asing, ini sangat terlihat jika orang-orang belajar hanya menggunakan soal-soal latihan, sehingga mereka hanya bisa mengisi kolom-kolom kosong yang sudah disediakan oleh materi, itu bukannya hal yang salah hanya saja kurang efektif. Jika kita melakukan itu, kita mengkotak-kotakan pikiran kita agar hanya bisa melakukan itu saja tanpa mampu berkreasi dengan cara membuat kalimat lain atau kita akan terpaku dengan pertanyaan yang ada di soal. Padahal di dunia nyata percakapan seperti itu tidak pernah ada, paling tidak sangat jarang ada. Jadi, kita perlu melihat bagaimana anak-anak belajar bahasa asing.

 

Anak-anak belajar dengan melakukan kesalahan, kita melihat anak-anak sangat pintar dalam berbahasa asing tetapi kita tidak pernah tahu seberapa banyak mereka melakukan kesalahan dalam berbahasa. Kita perlu berani melakukan kesalahan agar kita mampu berkomunikasi, bahkan sampai hari ini saya melihat bahwa para penutur asli masih melakukan banyak sekali kesalahan secara tata-bahasa, bahkan kita sendiri salah dalam berbicara bahasa Indonesia. Tetapi, kita mengerti bukan? Itu adalah tujuan utamanya dari berbahasa.

 

Menulis diari adalah salah satu cara belajar yang sangat baik untuk memproduksi bahasa asing jika kita tidak memiliki teman untuk berbicara bahasa asing, kita saat ini memiliki internet yang bisa mempertemukan kita dengan orang dari seluruh dunia. Bahkan ada banyak sekali orang-orang yang ingin membetulkan diari yang kita tulis.

 

Saat kita terpaku dengan cara belajar, kita akan mengalami kesulitan dalam belajar, dan akhirnya kita merasa kita sedang sekolah. Padahal kita bisa belajar bahasa asing lewat lagu, film ataupun acara tv dan itu kita sebut sebagai passive learning. Jadi, jangan kita terpaku dengan cara belajar yang kuno.

 

  • Berusaha mencapai kesempurnaan

 

Berusaha mencapai kesempurnaan dalam berbahasa asing adalah pola pikir yang sangat menghancurkan, bahkan dalam berbisnis ini adalah pola pikir yang sangat salah. Kita belajar lewat kesalahan, saat kita terpaku untuk bisa sempurna kita melewatkan banyak sekali kesempatan agar kita bisa berbicara dalam bahasa asing dan akhirnya kita merasa bahwa kita telah gagal dalam berbahasa asing.

 

Secara pribadi, saya merasa bahwa kesenangan dalam berbahasa adalah saat kita bisa terhubung dengan orang yang tidak memiliki kesamaan dengan diri kita secara bahasa dan kita mampu mengerti budaya mereka dan mengenal mereka lebih dalam lagi. Meskipun, kita berbicara dengan sangat terbata-bata namun kemampuan kita berbicara yang seadanya itu mampu menghubungkan kita dengan berbagai macam orang dari seluruh dunia. Bukankah itu hal yang menyenangkan?

 

Tetapi, ini adalah hal yang tidak akan pernah mungkin kita dapatkan jika kita mencari kesempurnaan terlebih dahulu, tanpa mau melewati perjalanan untuk salah. Jadi, buat kesalahan sebanyak-banyaknya dan belajarlah dari hal itu.

 

Jadi berikut adalah beberapa alasan klasik kenapa kita bisa gagal dalam proses menguasai bahasa asing, apakah ada alasan-alasan lain yang menurut kalian perlu dimasukkan kedalam list ini?