Haruskah Belajar IELTS dan TOEFL di tempat les: Belajar IELTS dan TOEFL Online

Dewasa ini hubungan satu negara dengan negara lain sudah sangat maju dan tidak bisa dipungkiri bahwa hubungan antar negara adalah salah satu hal vital yang sangat dijaga oleh setiap negara, bahkan mereka rela “membayar” lebih untuk hubungan tersebut. Oleh karena meningkatnya hubungan antar satu negara dengan negara lain tentu hubungan dagang, hubungan budaya, hubungan politik dan bahkan hubungan secara pendidikan pun semakin meningkat. Saat ini pertumbuhan gaya hidup dan tentunya meningkatnya pendapatan penduduk Indonesia dan Jakarta tentunya sebagai Ibu Kota. Sehingga, banyak sekali murid sekolah di Indonesia yang pergi keluar negeri untuk belajar dan menimba ilmu di sana. Namun, salah satu hal yang diperlukan sebagai tanda bahwa murid tersebut bisa menimba ilmu dengan bahasa instruksi bahasa Inggris adalah nilai TOEFL atau IELTS. Untuk orang Indonesia sekarang ini banyak sekali yang ingin pergi keluar negeri tetapi banyak sekali yang saat ini juga berjuang keras untuk nilai Ujian Nasional bahasa Inggris. Namun, TOEFL dan IELTS adalah tingkat yang berbeda, tingkat kesulitan TOELF dan IELTS sangatlah jauh dengan Ujian Nasional yang di ujikan oleh sekolah-sekolah di Indonesia.

 

Saat ini standar-standar yang dipatok oleh sekolah-sekolah dan kampus-kampus diluar negeri bukanlah standar yang dipatok oleh sekolah-sekolah di Indonesia, untuk sekolah di Asia rata-rata meminta standar IELTS 5.5 dan itu kira-kira 70% dari 100% sedangkan untuk Australia, Eropa tentu akan mematok standar yang lebih tinggi lagi, kira-kira sekitar IELTS 6.5 dan tentu untuk Britania Raya terkadang mematok 7.0 dan 7.5 untuk S2 atau program studi Magister. Tentu itu adalah standar yang sangatlah tinggi dan kalau kita berharap bahwa dengan nilai UN yang bagus kita bisa mendapatkan nilai IELTS 5.5 adalah hal yang cukup ambisius. Karena, nilai UN yang bagus tidak akan membuat kita bisa mendapatkan IETLS yang tinggi, kecuali memang kita memiliki latar belakang yang baik dalam bahasa Inggris.

 

Sekarang ini banyak sekali sekolah-sekolah bahasa Inggris yang bahkan mengkhususkan diri dan memposisikan diri sebagai sekolah bahasa Inggris khusus untuk mendapatkan nilai TOEFL atau IELTS yang baik. Tentu untuk kita yang tidak bersekolah di sekolah Internasional tentu akan sangat bijak untuk mengambil kelas IELTS atau kelas TOEFL untuk meningkat kosa-kata bahasa Inggris kita, belajar bagaimana menulis bahasa Inggris dengan akademis atau melatih telinga kita untuk mendengar lebih dan lebih baik lagi. Karena itu adalah hal-hal yang di uji tes-tes kemampuan bahasa Inggris.

 

Untuk yang belum pernah mengambil kelas TOEFL atau IELTS, atau untuk yang berencana untuk mengambil kelas tersebut tentu akan sangat bingung apa yang akan dipelajari di kelas tersebut. Khususnya untuk IELTS yang memfokuskan ujiannya kepada 4 poin utama dari pembelajaran bahasa asing yaitu: SPEAKING, READING, LISTENING, dan WRITING, sudah pasti kita akan belajar dan melatih kemampuan-kemampuan seputar keempat hal tersebut.

 

  1. Speaking

 

Di bagian pelajaran speaking, secara pribadi menurut saya ini adalah kelas yang paling menarik, kenapa? Karena disini kemampuan berbahasa yang paling nyata dan yang paling sulit untuk orang-orang yang belajar bahasa asing sebagai bahasa kedua (ESL) karena kita sangatlah terbiasa di sekolah untuk menulis membaca apalagi soal tata-bahasa yang terus menerus di ulang, tetapi bisakah kita menggunakannya di dunia nyata? Bisakah kita berbicara bahasa Inggris tanpa “Pauses”? Bisakah kita berbicara bahasa Inggris dengan ritme, pola dan tentunya dengan kosa-kata yang baik dan tidak seperti anak-anak? Nah yang akan di pelajari di kelas speaking adalah bagaimana kita berbicara dengan lebih lancar, halus dan tentunya dengan kosa-kata yang sesuai dengan umur dan latar belakang pendidikan kita.

 

  1. Writing

 

Menulis tentu bukanlah hal yang susah untuk kita, khususnya untuk menulis caption di Instagram atau Twitter. Tetapi, bagaimana dengan academic writing? Dimana kita harus menulis selayaknya orang Amerika atau Inggris menulis jurnal, dimana kita harus menulis sesuai dengan pola dan struktur yang ada. Ini bukanlah hal yang mudah untuk yang tidak terbiasa menulis, karena menulis bukanlah kemampuan yang dibagian satu atau dua hari saja. Ini adalah kemampuan dan habit yang perlu dibangun. Tidak ada orang yang bisa menulis dengan baik dalam waktu 1 atau 2 minggu saja. Oleh karena itu, di kelas IELTS kita diminta untuk menulis banyak sekali tulisan, dan sudah pasti bukan tulisan dengan topik-topik yang sederhana.

 

  1. Reading

 

Khususnya untuk orang yang tidak suka membaca, ini adalah penderitaan bagi orang-orang seperti itu. Karena bacaan IELTS tidaklah main-main, alasan pertama karena topik bacaan yang digunakan bukanlah pergi berbelanja, membeli tiket bioskop. Melainkan, politik, bisnis, geografi, astrologi, biologi, medis, dll. Alasan kedua, satu bacaan IELTS sangatlah panjang dan sangat mudah untuk orang-orang yang tidak biasa membaca kehilangan konsentrasi. Jadi di kelas, kita akan belajar banyak membaca dan bagaimana melakukan speed reading dan belajar bagaimana melakukan skimming.

 

  1. Listening

 

Untuk banyak orang ini adalah bagian untuk mengambil sebanyak-banyaknya poin agar nilai rata-rata IELTS kita menjadi bagus. Karena bagian ini adalah bagian yang tidak sesusah yang lainnya. Sehingga, sebisa mungkin banyaklah menonton film Amerika, Inggris, dan belajarlah berkonsentrasi.

 

Namun, jika kita lihat dari keempat hal tersebut hal yang latihan-latihan yang terus menerus di ulang-ulang tiada henti. Sebetulnya bisa kah tanpa harus belajar ke sekolah bahasa Inggris untuk belajar IELTS untuk belajar dan berlatih 4 kemampuan tersebut? Tentu saja saat kita tahu apa yang kita pelajari dan apa yang kita latih disana kita mampu untuk melakukan hal tersebut.

 

Jadi beberapa hal utama yang dipelajari di kelas IELTS adalah:

 

  • Vocabulary Synonyms
  • Writing’s Methods
  • Speaking Practice
  • Constant Listening
  • Intensive Reading Practices

 

Sebetulnya kalau kita cerdas-cerdas mencermati kita bisa saja membeli buku di toko buku dan berlatih sendiri. Kemudian, untuk tips-tips menulis dengan baik sebetulnya sudah tertulis di dalam buku-buku tutorial bagaimana mengerjakan IELTS bahkan bukan saja dalam menulis tetapi mereka juga menuliskan bagaimana mengerjakan soal-soal Reading dan Listening dengan baik juga. Sehingga, sebetulnya kita tidak perlu membuang uang 6 – 10 Juta untuk kelas IELTS. Hanya dengan 200-300 ribu kita bisa mendapatkan buku-buku tutorial di toko buku.

 

Tetapi, hal yang tidak bisa kita dapatkan dari buku adalah berbicara bahasa Inggris dengan penutur asli dan feedback saat kita selesai menulis tulisan. Karena itu, kita perlu cara lain yang lebih efektif dari sekedar belajar menggunakan buku saja.

 

Salah satu caranya ddalah dengan belajar menggunakan platform online, dimana kita bisa bertemu penutur asli yang memang seorang guru IELTS secara one-one. Disana kita bisa berlatih berbicara dengan guru tersebut dan bertanya bagaimana caranya kita bisa meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris khususnya untuk academic writing.

 

Jadi, saat ini dengan kemajuan teknologi yang sudah seperti saat ini, kita sudah tidak lagi perlu untuk mahal-mahal membayar banyak uang hanya untuk belajar IELTS atau TOEFL yang sebetulnya kita bisa belajar dengan waktu kita dan tanpa perlu pergi macet-macetan ke sekolah bahasa dan tentunya dengan biaya yang jauh lebih murah. Jadi, Belajar IELTS atau TOEFL secara Online? Tentu bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan untuk waktu ini.