Saat ini Tiongkok mungkin adalah salah satu destinasi favorit orang-orang Indonesia untuk melanjutkan studi mereka. Tidak sedikit dari pelajar Indonesia yang datang untuk belajar bahasa Mandarin dan bahkan banyak dari pelajar Indonesia yang menyelesaikan studi sarjananya di negara tirai bambu tersebut. Namun, setiap negara selalu memiliki imej tertentu di mata setiap orang dari negara manapun, tidak terlepas Indonesia. Banyak sekali hal-hal yang pelajar Indonesia tidak sangka-sangka ada di Tiongkok namun ternyata tidak ada dan juga sebaliknya. Sehingga, terjadi perbedaan pandangan saat sebelum ke Tiongkok dan saat sesudah ke Tiongkok. Pandangan-pandangan seperti apakah pelajar-pelajar atau orang-orang yang pergi Tiongkok miliki? Tentu kalau kita lihat di media sosial tidak ada hal yang baik yang dapat kita lihat dari negeri tirai bambu tersebut, semuanya negatif dan membuat kita enggan untuk belajar kesana. Sebetulnya banyak dari pelajar pun yang sesungguhnya enggan untuk kesana, namun pada akhirnya tetap pergi ke negara tersebut. Tetapi, apakah yang kita lihat di Tiongkok sungguh sama seperti yang kita pikirkan? Berikut beberapa hal yang di alami oleh orang-orang yang belajar dan tinggal di Tiongkok.

  1. Banyaknya Orang Tiongkok Di Kendaraan Umum

Naik kendaraan umum seperti kereta bawah tanah mungkin bukanlah hal yang umum untuk orang Indonesia, karena kita belum memilikinya. Namun, di Tiongkok khususnya di kota-kota besar, kereta bawah tanah atau ditie adalah mode transportasi yang paling cepat dan paling sering di pakai oleh orang-orang Tiongkok. Namun, karena di kota-kota besar banyak orang dari daerah yang datang untuk bekerja dan belajar sehingga kendaraan umum apapun sangat dipadati oleh orang-orang sehingga kita terkadang perlu usaha keras untuk bisa naik ataupun turun dari kendaraan tersebut. Sehingga, hal ini pun membuat orang Indonesia terkejut dengan banyaknya orang yang naik kendaraan umum.

hqdefault

  1. Tahun Baruan Di Tempat Umum Adalah Tempat Kita Melihat Lautan Manusia

Tahun baru tentu merupakan suatu momen istimewa dimana kita ingin merayakannya dengan saudara, teman ataupun pasangan. Di Tiongkok sendiri, khususnya di Shanghai ada satu tempat yang sangat ramai di kunjungi wisatawan asing maupun domestik untuk merayakan tahun baru, Wai Tan atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai The Bund. Di tempat ini, kita bisa melihat banyaknya orang dan bisa kita rasakan secara langsung dengan “berdempet-dempetan” satu dengan yang lain, bahkan demi menjaga amannya lalu lintas, pemerintah biasa memberhentikan transportasi umum karena kalau tidak kendaranaan umum akan membludak dan mungkin bisa rusak. Hal yang membuat hal ini menjadi sangat tidak menyenangkan mungkin adalah suhu yang cenderung mencapai nol derajat.

2459c0e700000578-2892994-image-a-50_1420062028410

  1. Tidak Bisa Sembarangan Berkata-Kata

Artinya begini, terkadang di Indonesia kita sering bilang kasihan kepada banyak orang yang bekerja keras atau juga yang memang berkekurangan. Namun, di China kita tidak bisa berkata kasihan atau Ke Lian kepada pelayan restoran karena hal itu akan menjadi sindiran untuk mereka. Sebaiknya kita menggunakan kata Xingku kepada mereka karena telah bekerja dengan giat dan juga dengan keras.

angryrabbit1

  1. Tiongkok Adalah Negara Yang Kotor dan Tidak Fashionable

Mungkin adalah hal yang paling sering kita pikirkan dan sudah seperti stereotype untuk Tiongkok itu sendiri. Kita sering berpikir bahwa Tiongkok hanya memiliki gedung-gedung kuno yang sudah mau rubuh, orang-orang yang tidak mengerti cara berpakaian dan orang-orang yang tidak tahu bagaimana harus bermasyarakat, jorok dan lain-lainnya. Namun, kenyataannta hal tersebut sudah berubah dengan sangat drastis. Mungkin, kita tidak bisa menggunakan Shanghai sebagai contoh, karena kota tersebut adalah kota Internasional yang berarti secara pikira seharusnya sudah jauh di atas yang lain. Namun, kota-kota kecil lainnya seperti Hangzhou, Suzhou, Ningbo, Xiamen, Harbin, atau yang lainnya pun tidak kalah dengan Shanghai. Karena pemerintah China berkata bahwa mereka akan membuat lebih banyak lagi kota kota megapolitan seperti Shanghai di seluruh China. Jadi, kita tidak bisa memungkiri pesatnya perkembangan kota-kota di China.

383777235

Berkaitan dengan orang-orang yang tidak fashionanable, ternyata banyak sekali orang-orang yang mengerti bagaimana caranya berpakaian. Bahkan tidak sedikit dari orang – orang Tiongkok yang memiliki barang-barang dari nama-nama terkenal dan barang yang mereka miliki juga tidak sedikit. Banyak sekali hal-hal yang mereka miliki. Sehingga, banyak hal yang tidak kita sangka dari perkembangan negara tirai bambu ini.

  1. Orang-Orang Tiongkok Yang Tidak Bisa Berbahasa Inggris

Mungkin ini adalah hal yang paling di khawatirkan oleh orang-orang yang pertama kali datang ke negara ini, atau yang memang tidak bisa berbahasa Mandarin. Kita berharap bahwa orang-orang Tiongkok bisa berbahasa Inggris agar kita tidak perlu susah-susah menggunakan bahasa tubuh. Tetapi, kita selalu membayangkan bahwa negara tirai bambu ini seperti orang-orang yang terkurung dan tidak memiliki akses terhadap dunia luar. Sehingga, kita berasumsi mereka tidak bisa berbahasa Inggris. Namun, kenyataannya banyak sekali orang-orang yang bisa berbahasa Inggris. Bahkan, banyak sekali expat-expat yang bisa bertahan hidup selama bertahun-tahun tanpa perlu berbahasa Mandarin sama sekali.

maxresdefault

  1. Di China Hanya Ada Makanan Tiongkok Saja

Mungkin dari dasarnya kita berpikir bahwa Tiongkok tidak memiliki akses informasi terhadap dunia luar, jadi kita beranggapan bahwa segala sesuatu dibuat di Cina untuk orang-orang yang di Cina saja. Jadi, kita berpikir bahwa kita akan makan makanan Tiongkok saja setiap hari. Ya meskipun, Tiongkok adalah negara yang sangat besar dan memiliki berbagai jenis varian makanan yang tidak akan pernah habis kita rasakan, tetapi kita tetap ingin merasakan masakan dari negara-negara lain juga. Namun, semuanya salah. Karena di Tiongkok sendiri sudah banyak sekali orang-orang asing datang dan membuka usaha restoran yang menjual makanan khas dari negaranya masing, baik itu dari Korea, Jepang, Indonesia, Thailand, Vietnam, Brazil, Uzbekistan, atau dari negara-negara barat seperti Prancis, Jerman, Amerika, Itali ataupun Rusia. Sehingga, membuat makanan di Tiongkok menjadi sangat variatif dan sangat menarik untuk dicicipi. Bahkan tidak sedikit masakan-masakan Tiongkok yang sudah di campur dengan makanan lain.

hqdefault-1

  1. Banyak Kafe-Kafe Eksis

Tidak hanya Indonesia, Korea, Amerika ataupun Australia yang memiliki banyak kafe-kafe gaul atau eksis. Di Tiongkok sendiri, entah mungkin karena terbawa pengaruh dari dunia barat. Sehingga, banyak sekali kafe-kafe yang bagus yang bisa kita kunjungi dan tentu saja untuk foodies-foodies bisa berfoto-foto di kafe tersebut tanpa merasa malu, karena memang banyak yang foto di tempat tersebut. Ternyata, di Tiongkok ada kafe-kafe bergaya Amerika ya? Tidak hanya kafe-kafe yang kuno-kuno saja.

1445006180-3040281505_n

  1. Pesan Makanan Yang Sangatlah Mudah

Tidak kalah dengan Amerika secara teknologi, di Tiongkok sendiri saat ini startup-startup teknologi mulai menjamur dan mereka banyak membuat aplikasi-aplikasi atau website-website yang sangat memudahkan orang-orang untung melakukan hal-hal. Salah satunya adalah pesan makanan, hanya dengan sejauh gerakan di jari-jemari kita, kita sudah bisa memesan makanan tanpa perlu menelpon lagi. Hanya cukup klik di sana dan disini kita sudah mendapatkan makanan yang kita inginkan dan dalam kondisi yang masih hangat. Jadi, banyak dari kita berpikir dahulu bahwa Tiongkok sangatlah kuno dan tidak akan bisa menyaingi negara-negara lain yang sudah maju. Namun, kenyataannya mereka maju dengan sangat cepat sampai kita tidak bisa lain menolak kemajuan mereka dan harus menerima bahwa mereka maju dengan sangat cepat.

12-150i0224u1958

  1. Makanan Tiongkok Sangat Berminyak dan Mungkin Cenderung Menggunakan Banyak MSG

Nah ini merupakan salah satu hal yang tidak bisa kita hindari jika kita makan makanan khas Tiongkok dan khususnya di sekitaran kampus-kampus atau kantin yang ada di dalam kampus, makanannya akan sangat berminyak, dan sangat enak karena penggunaan MSG yang berlebihan. Mungkin ini adalah hal yang sangat-sangat di alami oleh pelajar-pelajar Indonesia di hari biasa. Karena kebanyakan dari pelajar Indonesia akan mencoba makanan lain di akhir pekan untuk mengurangi rasa bosan akan makanan kantin yang sangat berminyak itu.

img_6789

  1. Pelajar Tiongkok Sangat Rajin

Saat ini tidak sedikit pelajar Indonesia yang meneruskan studi sarjananya di universitas lokal Tiongkok dimana teman sekelasnya adalah orang-orang asli Tiongkok. Namun, banyak juga di universitas lokal tetapi kelasnya adalah kelas untuk pelajar asing. Sehingga, tidak ada teman kelas yang berasa dari Tiongkok itu sendiri. Kembali ke masalah pelajar Tiongkok yang sangat rajin, kita perlu belajar sangat rajin untuk setidaknya menyamai mereka, hal ini mungkin karena sistem pendidikan SMA kita yang berbeda dengan mereka. Sehingga, kita perlu bekerja keras untuk tidak kalah bersaing dengan orang Tiongkok dalam hal akademis.

Students prepare for the university entrance exam in a classroom in Hefei, Anhui Province June 2, 2012. The National College Entrance Exam, or "Gaokao", is held in June every year. Picture taken June 2, 2012. REUTERS/Stringer (CHINA - Tags: SOCIETY EDUCATION) - RTR330PI

  1. Orang China yang Cukup Tertutup

Mungkin ini tidak bisa di sama ratakan semua orang China tertutup. Tetapi, kebanyakan dari orang China kurang bisa bergaul dengan orang asing lainnya, mereka cenderung menutup diri dan bermain dengan teman sebangsanya. Sehingga, jarang sekali kita melihat orang Tiongkok atau pelajar Tiongkok khususnya yang bisa bermain dan bergaul bersama dengan orang dari negara lain. Mungkin ada beberapa alasa kenapa begitu, tetapi salah satu hal yang paling jelas terlihat adalah ketakutan berbicara dalam bahasa asing. Karena mereka terlatih untuk tidak membuat kesalahan sehingga kesalahan dalam berbahasa pun bisa membuat “kehilangan muka” oleh karena itu mereka cenderung tertutup dan tidak mau berubah terhadap situasi juga.

100_0810

  1. 4 Musim

Di Tiongkok seperti layaknya negara-negara 4 musim lainnya sangatlah berbeda dengan Indonesia yang berada di posisi bawah dengan iklim tropis. Kita hanya memiliki 2 musim saja sedangkan mereka memiliki 4 musim. Mungkin banyak dari kita yang tidak terbiasa dingin yang sangatlah dingin, mungkin AC di kamar kita memiliki suhu terendah 16 derajat namun Tiongkok memiliki sebuah kota di utara yang suhunya bisa mencapai -30 derajat. Jika kita hitung itu memiliki perbedaan 46 derajat dengan kamar kita yang ber-AC. Namun, untuk suhu udara di luar ruangan di Indonesia dengan kota tersebut memiliki perbedaan suhu hampir 60 derajat celcius. Oleh karena itu, kita perlu membiasakan diri suhu-suhu seperti itu. Namun, untuk kota-kota yang di minati oleh pelajar Indonesia sebagai kota pelajar tidak memiliki perbedaan suhu yang ekstrim seperti itu. Sehingga, kita tidak perlu takut dengan hal tersebut.

download

Tetapi, yang perlu kita biasakan adalah kebiasaan-kebiasaan orang yang tidak di negara 4 musim, sebagai contoh: memakai lip-balm, memakai sepatu di saat musim dingin ( karena orang Indonesia cenderung memakai sandal di saat musim dingin sekalipun), memakai jaket di saat musim dingin, mandi satu kali di musim dingin, dan hal-hal lainnya.

  1. Khususnya Shanghai, sangatlah Internasional

Banyak dari orang Indonesia bahkan yang pernah sekolah di Malaysia ataupun Singapura sekalipun merasakan bahwa Shanghai adalah kota yang sangat-sangat internasional. Di Shanghai sendiri, kita bisa melihat orang dari negara manapun yang tinggal di kota tersebut, Shanghai sudah layaknya New York di Asia. Kita bisa menemukan orang dari afrika, asia selatan, asia tengah, arab, israel, yunani, eropa, amerika latin, dan dari manapun. Oleh karena keragaman yang ada di Tiongkok dan Shanghai khususnya, kita bisa melihat berbagai macam makanan khas negara-negara tersebut, dan lain-lainnya.

shanghai

  1. VPN Adalah Gerbang Menuju Dunia Luar

Banyak dari kita tidak tahu apa itu VPN atau Virtual Private Network, banyak dari kita di Indonesia mungkin memiliki VPN untuk membuka halaman-halaman website yang terkunci atau di tutup oleh pemerintah Indonesia, begitupun dengan VPN di Tiongkok. Jika di Indonesia yang di tutup oleh pemerintah adalah website-website yang cenderung berbahaya dan berbau pornografi. Maka tidak dengan Tiongkok, banyak website di Tiongkok yang ditutup bukan karena itu melainkan karena hal-hal yang memiliki potensi membayakan pemerintahan. Contohnya: Facebook, Google, Instagram, WordPress, Snapchat, dan banyak yang lain-lainnya. Oleh karena itu, setiap orang Indonesia di Tiongkok sudah pasti memiliki yang namanya VPN ini, meskipun harus bayar tetapi tentu akan lebih baik dibandingkan tidak bisa berhubungan dengan dunia luar.

vpn

  1. Kebiasaan-Kebiasaan Orang Tiongkok

Beberapa kebiasaan yang mungkin kita tidak biasa lihat di Indonesia, tetapi di lakukan oleh orang-orang yang berada di Tiongkok. Beberapa adalah: melubangi celana anak agar dapat buang air besar dengan mudah di mana pun, buang ludah di kendaraan umum, ataupun menyelak antrian adalah hal-hal yang lumrah di lakukan oleh orang-orang di Tiongkok khususnya orangtua. Namun, untuk anak-anak muda saat ini, hal tersebut sudah bukanlah hal yang mereka lakukan. Sehingga, jarang ditemui di anak-anak muda yang tinggal di kota-kota besar seperti Shanghai, Beijing, Guangzhou, Shenzen, atau yang lainnya.

chinese-tourist-poo-outside-burberry-shop-bicester-village-299191

  1. Kriminalitas Yang Tidak Terduga

Kriminalitas di Tiongkok tentu bukan hal yang aneh, namun jika yang melakukan kriminalitas adalah orang-orang tua seperti nenek-nenek tentu akan menjadi sangat aneh. Tempat dimana kriminalitas oleh si nenek-nenek ini cenderung terjadi di zebra cross atau penyebrangan dimana banyak orang ramai-ramai berjalan bersama-sama. Sehingga kita perlu terus waspada dengan barang bawaan kita khususnya telefon genggam. Karena sangat beresiko untuk di ambil dan dijual oleh si nenek tersebut.

2013415hp-dicuri-pake-sumpit-editan-dailymail-b

  1. Supir-Supir Bus Yang Ugal-Ugalan

Supir bus umum di Tiongkok berbeda dengan di Indonesia yang berhenti seenak mereka tanpa tahu stasiun dan lain-lain. Tetapi, bagaimana mereka mengemudikan bis yang menjadi masalah, karena mereka suka rem mendadak tanpa tahu aturan, dan kebut-kebutan. Sehingga, di saat kita menyebrang tentu harus jauh lebih berhati-hati jika tidak ingin ditabrak oleh bis.

crazy_chinese_bus_drivers_02

  1. Kemudahan Dalam Bertransportasi

Mungkin karena memang Shanghai sudah kota yang megapolitan sehingga kita cenderung bisa menemukan stasiun kereta bawah tanah dimana saja atau setidaknya kita bisa menemukan stasiun bis. Jika kita tetap tidak bisa menemukan bis atau kereta, kita tetap bisa juga menemukan taksi entah dengan menunggu atau menggunakan aplikasi untuk memanggil taksi. Sehingga, transportasi menjadi sangat mudah. Kemudian, karena dengan adanya kartu transportasi sehingga dari satu moda transportasi ke moda yang lain semuanya terintegrasi dengan satu lembar kartu saja.

img104620_10

  1. Travelling Sambil Belajar

Ini adalah salah satu hal yang kerasa banget saat kita tinggal di Cina, karena kebanyakan tour atau perusahaan travel menyediakan jasa berlibur yang itu-itu saja, dan cenderung membosankan karena kita juga tidak berkomunikasi dan berinteraksi dengan penduduk lokal. Sedangkan, kalau kita tinggal kita bisa pergi sendiri dan bisa belajar budaya baru. Tetapi, yang lebih seru adalah kita menggunakan apa yang telah kita pelajari di sekolah dan kita aplikasikan di dunia nyata. Jadi, sangat seru belajar seperti ini.

rsz_photo-1474168442801-2342fbafe264

  1. Toilet yang Kotor

Meskipun Shanghai adalah kota yang sangat maju dan di beberapa tempatpun sudah sangat bersih. Namun, toilet di kebanyakan restoran-restoran masih sangat kurang dan cenderung kotor. Meskipun, di hotel dan mall-mall sudah sangat bersih, tetapi kebanyakan dari orang-orang tetap saja memiliki pola pikir untuk tidak menjaga kebersihan toilet. Sehingga, terkadang tetap saja ada sedikit kotor.

chinese-toilet

  1. Makanan yang Cenderung Tidak Sehat Tetapi Sangat Enak

Kita semua yang sudah pernah bersekolah di Tiongkok tahu dengan sangat jelas bahwa makanan di jalanan, kantin dan pasar bahkan di beberapa tempat yang cenderung mewah sekalipun sangat tidak sehat. Penggunaan MSG yang berlebihan, minyak yang dipakai tanpa dipikir lagi. Namun, walaupun kita tahu dengan sangat jelas tetapi tetap saja kita makan.

download-1

  1. Untuk Shanghai Khususnya, Meskipun Tidak Berada Di Utara Tetapi Cuaca Sangat Dingin

Shanghai sebenarnya tidaklah berada di posisi utara yang sangat utara seperti Beijing ataupun Harbin di utara timur. Tetapi, karena di dalam ruangan tidak tersedia penghangat ruangan seperti di kota-kota yang berada di utara. Sehingga, saat musim dingin tidak ada tempat yang lebih hangat di bandingkan di dalam selimut dan di atas ranjang listrik. Kemudian, angin di Shanghai juga sangatlah dingin jadi meskipun ramalan cuaca mengatakan suhu hanya sekitar 6 atau 7 derajat tetapi yang terasa sudah seperti suhu minum, karena angin tersebut. Jadi, persiapkan diri baik-baik sebelum ke Shanghai.

download-2

  1. Orang China Cenderung Sangat Galak

Entah orang-orang asli di kota besar seperti Shanghai juga galak atau tidaknya tidak bisa dipastikan, karena di Shanghai atau Beijing sekalipun banyak sekali orang-orang dari kampung yang datang untuk bekerja dan orang-orang yang ditemui cenderung sangat galak. Jika, memang mereka dari kampung mungkin memang bisa dimengerti karena mereka di didik dengan cara yang keras sehingga cenderung untuk berespon galak terhadap banyak orang. Sehingga, kalau mau melakukan sesuatu tentu akan baik jika kita berhati-hati dan berpikir sejenak.

angryrabbit1

  1. Rokok Dimana Saja

Rokok memang adalah salah satu hal yang banyak dikonsumsi oleh banyak orang, tetapi di Cina orang-orang merokok disegala tempat, dijalanan, di restoran, di stasiun bis dan lain-lain. Sehingga, terkadang untuk yang tidak suka dengan bau rokok tentu akan amat sangat terganggu oleh kebiasaan ini.

001372a9ae270ddc7a5e01

  1. Buang Ludah Sembarangan

Di kota sebesar Shanghai sekalipun masih banyak sekali orang-orang yang tidak menjaga kebersihan lingkungan dan tentunya tidak memperdulikan orang lain yang lewat di tempat tersebut. Karena, banyak orang China yang memang dengan sengaja membuang ludah dijalan sesuka mereka. Jadi, jika kalian pergi ke China dan melihat hal ini tentu jangan heran lagi, karena ini sudah sangat mendarah daging.

6328374621_59ba19f33e_b

  1. Kesepian

Rasa sepi dan kangen tentu dirasakan oleh setiap orang yang pergi merantau tidak hanya yang pergi China saja tetapi ke negara manapun. Di awal-awal datang, kita menyebutnya sebagai masa honey-moon, tentu sangat menyenangkan banyak hal baru yang kita bisa alami dan nikmati. Mungkin mencoba naik kereta bawah tanah, atau berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lain bahkan bertemu dengan teman-teman baru. Setelah menikmati indahnya masa-masa itu, kita mulai merasa sepi dan kangen dengan rumah, mulai dari membuka media sosial dan melihat teman-teman di Indonesia, makanan-makanan dan tentu orangtua juga. Tetapi, setelah melewati masa-masa itu kebanyakan dari orang akan memasuki tahap adapting atau sudah menjadi biasa dengan keadaan ini, teman-teman baru menjadi lebih akrab dibandingkan dengan teman-teman lama di Indonesia.

lonely-woman

  1. Teman-Teman Datang Dan Pergi

Ini adalah hal yang paling dirasakan oleh orang-orang yang tidak di negara asing untuk jangka waktu yang panjang. Setiap semester baru kita akan kedatangan teman-teman baru dan dalam waktu 2 bulan kita sudah bisa menjadi dekat tetapi kita sering lupa tidak banyak dari mereka yang akan tinggal disana selama 4 atau 5 tahun, kebanyakan hanya satu semester atau mungkin satu tahun saja. Sehingga, kita akan kehilangan teman-teman yang sudah dekat dan kita akan bertemu dengan teman-teman baru. Setiap akhir semester tentu menjadi masa-masa yang berat dan menyedihkan untuk setiap yang meninggalkan dan ditinggalkan khususnya yang menjalin cinta di luar negeri.

photo-1472746729193-36ad213ac4a5

  1. Mandiri

Kehidupan diluar negeri tidaklah mudah, memang banyak dari kita yang bertemu dengan teman-teman baru tetapi tidak sedikit dari kita yang tidak menemukan teman sebangsa yang dapat membantu kita. Jadi, kita harus belajar mandiri dan harus bisa melakukan segala sesuatu sendiri. Oleh karena itu, banyak dari pelajar yang kembali ke Indonesia menjadi jauh lebih mandiri dan lebih kuat secara mental dibandingkan dengan yang tidak. Mungkin karena sudah merasakan kerasnya tekanan. Tetapi, pelajar di Indonesia yang merantau keluar kota pun tentu merasakan rasa yang sama, hanya saja penggunaan bahasa Indonesia masih sangat membantu kita untuk hidup. Di luar negeri khususnya di China dimana hurufnya tidak bisa kita baca dapat membuat kita menyerah dengan cepat.

girl-1245713_1920

  1. Bersyukur Dengan Bangsa Sendiri

Terkadang kita suka lupa bahwa negara-negara lain bukannya tidak memiliki masalah tetapi karena yang ditampilkan di media cenderung hal-hal yang baik. Jadi, kita selalu merasa luar negeri adalah tempat yang indah atau tempat yang memberikan kesempatan yang besar. Tetapi, saat kita pergi keluar negeri atau ke China khususnya, kita akan sangat bersyukur bahwa kita terlahir di Indonesia terlepas dari segala lika-liku masalah yang ada. Tetapi Indonesia tetaplah negara yang baik untuk kita hidupi.

images

  1. Bahasa Mandarin Tidak Bisa Membuat Kita Berbicara Dengan 1 Milliar Orang

Sekarang kalau kita lihat di Internet berapa jumlah rakyat Tiongkok, kita akan menemukan bahwa akan tertulis lebih dari 1 milliar orang yang tinggal di Tiongkok, belum lagi di tambah dengan orang-orang keturunan yang tinggal di seluruh pelosok dunia ini. Sehingga, kita berpikir bahwa bahasa Mandarin akan membuat kita berbicara dengan 1 Milliar orang atau lebih, tetapi kenyataan yang ada adalah kita hanya bisa berbicara dengan beberapa bagian orang saja. Kenapa? Karena banyak juga orang-orang di Tiongkok yang tidak berbahasa Mandarin, mereka memiliki banyak bahasa daerah seperti Hokkien, Khek, Kanton atau bahkan bahasa-bahasa seperti Urdu. Tidak lupa, setiap daerah memiliki logat yang berbeda-beda. Jadi, jika kita belajar di Beijing, tentu orang-orang akan memiliki logat yang berbeda dengan kita yang belajar di Guangzhou. Sehingga, kita perlu terus belajar dan mendengar berbagai macam logat agar bisa berbicara dengan berbagai macam orang.

chinese-blackboard

  1. Perbedaan Budaya

Khususnya untuk yang belajar bahasa atau mengambil kelas internasional di kuliah tentu akan merasakan hal ini. Kenapa? Karena di China seperti di tulis di atas kedatangan banyak orang dari berbagai belahan dunia, sehingga kita terkadang akan merasa bahwa teman-teman asing kita tidak mengerti kita. Mungkin lebih tepat disebut sebagai perbedaan budayalah yang membuat setiap dari mereka tidak mengerti apa yang kita bicarakan atau lakukan. Kita perlu belajar menerima orang lain sebagaimana mereka adanya.

xl_4066_tp

  1. Forgood

Forgood adalah hal yang menyenangkan dan juga menyedihkan. Kenapa? Karena kita tahu bahwa sebentar lagi kita akan kembali ke Indonesia dan bertemu dengan keluarga teman dan segala hal yang kita rindukan. Tetapi, di sisi lain kita akan meninggalkan persahabatan dan juga keluarga baru yang kita buat di China. Sehingga, kita merasa sedih juga meninggalkan dan hal tersebut akan terus memburu kita agar kita terus kembali ke China untuk bertemu dengan teman-teman lama kita.

50-farewell-at-delhi-airport

  1. Jangan Berdebat Dengan Orang Yang Bekerja Sebagai Pelayan Publik

Jika kalian, semoga saja tidak, kehilangan dokumen-dokumen berharga yang mengakibatkan kalian tidak bisa kembali ke Indonesia, jangan berdebat dengan pelayan publik di China karena kita hanya memiliki 0% kemungkinan untuk menang, mereka akan menyarankan kita untuk menemukan dokumen tersebut atau buat yang baru. Jadi, lebih baik pergi ke KJRI atau KBRI untuk mendiskusikan hal ini bukan kepada pelayan publik di China

5387226_f520

  1. Ekspektasi dan Realita Selalu Berbeda

Banyak dari teman kita di Indonesia tentu akan bilang bahwa kita hanya main-main dan bersenang-senang di China. Tetapi, kenyataan yang ada tidaklah benar adanya, karena banyak dari kita yang bekerja keras entah itu sebagai pekerja magang, pemain musik atau bahkan sebagai pelayan agar dapat hidup dengan lebih baik. Meskipun memang tidak sedikit juga yang tidak bekerja, namun banyak dari pelajar yang bekerja untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup di China.

travel-expectations-vs-reality-fb__700-png

  1. Makan Makanan Indonesia Adalah Hadiah

Untuk orang-orang Korea Jepang atau Amerika tentu untuk makan makanan khas dari negaranya masing-masing bukanlah hal yang sulit karena restoran dari negara tersebut sangat banyak dan harganya juga tidaklah mahal luar biasa. Namun, untuk orang Indonesia makan makanan Indonesia yang asli dan orijinal Indonesia adalah hal yang luar biasa dan banyak dari kita menyebutnya sebagai hadiah. Terlebih jika ada orangtua yang datang dan membawakan martabak. Tentu menjadi suatu hal yang menyenangkan.

download-3

  1. Rasa Persatuan

Di China kita memang banyak menemukan bahwa pelajar yang ada disana adalah orang-orang Indonesia keturunan. Tetapi, dengan tinggal di China atau bahkan di luar negeri manapun, kita akan merasakan rasa persatuan antar anak bangsa, tidak peduli kalian orang jawa, batak, sunda ataupun dari papua sekalipun. Setiap kita adalah orang Indonesia, sudah tidak ada lagi perbedaan antara yang satu dan yang lain, asalkan kita berbicara bahasa satu bahasa Indonesia maka kita adalah satu. Jadi, kita belajar bahwa Indonesia adalah satu saat kita tinggal di luar negeri.

unity_in_diversity_1097x950

  1. Takut Saat Orangtua Datang Untuk Berlibur

Banyak dari pelajar bahasa Mandarin di China yang cukup stres saat orangtua datang untuk berlibur, karena disaat seperti itu bahasa Mandarin yang mereka pelajari harus dipakai dengan baik karena orangtua ingin melihat sebagaimana mereka bisa berbicara dalam bahasa Mandarin, entah satu tahun menjadi sia-sia atau menjadi suatu hal yang berguna.

_70907436_parents

  1. Pleco adalah Kitab Suci Orang Yang Belajar Bahasa Mandarin

Pleco adalah aplikasi kamus paling bagus menurut setiap pelajar bahasa Mandarin Indonesia di China. Karena kita bisa menulis huruf yang kita lihat bahkan hanya dengan kamera kita bisa melihat apa arti dari huruf tersebut. Jadi, di setiap smartphone pelajar di Cina sudah pasti ada aplikasi yang bernama Pleco.

plecofish-720x469

  1. Tinggal Di Apartment Bersama Teman-Teman

Ini adalah salah satu hal yang paling dirindukan saat kita forgood. Tinggal bersama dengan teman-teman di dalam suatu apartment adalah hal yang menyenangkan, kita bersama-sama sekolah, belajar, masak, main, nonton film dan bahkan tidur bersama. Sehingga, saat kita pulang forgood dan melihat setiap foto-foto tersebut yang ada hanyalah rasa rindu untuk bisa kembali menikmati masa-masa tersebut yang nyatanya sudah tidak bisa kembali.

qewr7

  1. Makanan Pasar Yang Sangat Murah

Saat-saat kita irit karena uang belum dikirim dari Indonesia, salah satu tempat yang mungkin banyak di kunjungi adalah pasar, entah untuk kita masak di rumah atau kita membeli makanan di pasar karena harganya yang lebih murah dibandingkan dengan di tempat makan.

chinese_market_taipei

  1. 1111

Untuk yang pernah tinggal di China tentu tahu dengan jelas apa yang di maksud dengan 1111. Itu artinya adalah 11 November, di tanggal itu semua barang di website yang bernama taobao.com atau tmall.com mengalami penurunan harga yang gila-gilaan. Sehingga, banyak dari pelajar dari negara manapun yang berbelanja di hari itu. Sehingga, beberapa hari setelah setiap kantor pos akan kebanjiran dengan kiriman, mulai dari pakaian, komputer, handphone atau bahkan motor.

download-5

  1. Alipay & Wechat Wallet

Ini adalah aplikasi dan fitur khusus yang ada di China yang memudahkan kita untuk berbelanja dan membuat kita menjadi sangat boros dalam berbelanja karena semua uang kita sudah berubah bentuk menjadi digital dan rasanya seperti menggunakan uang mainan untuk berbelanja.

alipay

  1. Wechat

Ini juga adalah aplikasi yang sangat berguna dan dipakai oleh semua orang di China entah itu orang Tiongkok asli ataupun orang asing. Karena di dalamnya terdapat banyak hal yang sangat berguna untuk kita yang tinggal di China. Sederhananya Wechat adalah Whatsapp, Kakaotalk atau Line tetapi aplikasi buatan China.

uploadsnewsarticle4958158main

  1. Buka Media Sosial Tanpa VPN

Perasaan bebas yang tidak bisa dijelaskan, tidak hanya orang yang tinggal lama di China saja yang merasakan hal ini, jika kita pergi untuk acara bisnis atau berlibur sekalipun, kita bisa merasakan bahwa pemerintah menutup hampir semua media sosial dan kita hanya tersisa dengan whatsapp saja, karena line juga tidak bisa dibuka jika menggunakan iPhone. Jadi, kita biasanya merasa bebas saat kita bisa membuka media sosial tanpa VPN.

freedom-in-the-shape-of-a-cross

  1. Belajar Menawar Barang

Banyak toko-toko di China yang menaikkan harga semau mereka sehingga banyak dari kita yang sering tertipu dengan harga jual yang tinggi harus belajar bagaimana caranya menawar barang. Karena kalau tidak di tawar kita akan terus menerus tertipu dengan harga yang diberikan oleh si pemilik toko.

M with his bargaining face.

 

Tentu ini tidak semuanya, banyak hal yang tidak bisa kita masukkan semua, setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Kalau kalian punya pengalaman pribadi mengenai Tiongkok dan bagaimana tinggal di sana. Kalian bisa menuliskan komentar dibawah dan tentu jangan lupa untuk share artikel ini kepada teman-temanmu! 😀