Sebentar lagi akan memasuki musim liburan untuk teman-teman yang kuliah dan juga yang belajar bahasa asing di luar negeri. Berbeda dengan teman-teman yang saat ini masih duduk di bangku sekolah menengah atas, memang jadwal liburannya cukup berbeda. Banyak dari teman-teman yang SMA mungkin iri dengan teman-teman yang kuliah yang sekalinya liburan bisa langsung 3 bulan. Memang ada beberapa kampus yang memiliki waktu liburan yang tidak kira-kira panjangnya, tetapi ada beberapa yang hanya satu bulan atau satu bulan setengah saja. Begitupun dengan teman-teman yang belajar bahasa asing di luar negeri. Mungkin khususnya di China atau di Korea, karena ini berdasarkan pengalaman pribadi. Jadi, saya pribadi kira-kira tahu waktu liburan dan apa yang terjadi ketika masuk sekolah setelah liburan beberapa lama.

Mungkin untuk Korea Selatan saya tidak bisa berkomentar banyak karena saya hanya menghabiskan waktu 1 semester di Korea dan itu pun bukan untuk belajar bahasa Korea melainkan menyelesaikan studi sarjana saja. Namun, untuk China atau Tiongkok, saya tahu dengan jelas waktu masuk dan apa yang terjadi setelah kembali masuk ke sekolah.

Tentu masalah kesulitan menguasai bahasa Mandarin adalah hal yang sangatlah relatif, banyak yang bilang bahasa Mandarin bukanlah bahasa yang sulit untuk di kuasai, tetapi tidak sedikit orang yang mati-matian menguasai bahasa Mandarin. Oleh karena itu banyak orang tua yang mengirim anak-anaknya untuk bersekolah di China hanya untuk belajar bahasa Mandarin. Permasalahan yang terjadi adalah kebanyakan dari orang-orang Indonesia yang pergi belajar ke sana belajar untuk satu tahun saja dan di pertengahan liburan bukannya tetap tinggal di China melainkan pulang ke Indonesia. Di saat itulah permasalahannya terjadi. Bahasa asing tentu adalah hal yang tidak mudah untuk dikuasai, kompleksnya grammar, banyaknya kosa kata baru yang terdengar sangat asing. Oleh sebab itu, sewajarnya semakin banyak kita menghabiskan waktu dengan bahasa tersebut akan semakin baik.

Yang terjadi adalah saat kebanyakan dari murid-murid atau pelajar-pelajar Indonesia belajar di China, pulang ke Indonesia dan kembali ke China untuk melanjutkan studinya adalah kehilangan hal-hal yang sudah mereka pelajari di semester pertama mereka belajar. Kenapa bisa seperti itu? Alasannya sangat sederhana dan sangatlah masuk akal. Karena saat di Indonesia mereka sama sekali tidak mendengarkan, menuliskan, membaca dan BERBICARA dalam bahasa Mandarin. Jadi, saat mereka kembali lagi ke China hal yang paling jelas terlihat adalah kakunya mulut saat harus berbicara bahasa Mandarin, perlu beberapa waktu untuk mendapatkan lagi ritmik dan kata-kata yang tertinggal.

Sebetulnya, untuk yang baru belajar bahasa Mandarin di China cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin di China adalah untuk tetap tinggal di sana dan tetap menggunakan bahasa Mandarin. Tapi kan kita mau bertemu dengan saudara dan keluarga!? Sebetulnya yang jadi permasalahan bukanlah pulang ke Indonesianya, namun di masalah penggunaan bahasa Mandarin dan sebagaimana kita mendapatkan ekpos dari bahasa Mandarin. Jadi berikut beberapa cara untuk tetap mendapatkan exposure dari bahasa Mandarin meskipun ada di Indonesia.

  1. Jangan Buka Youtube, Buka Youku

Dikarenakan Internet Firewall di China yang menutup semua akses ke website-website besar seperti Google, Youtube, Facebook, Snapchat, Instagram ataupun WordPress jadi salah satu cara agar orang Indonesia bisa menonton video di China adalah dengan menggunakan VPN (Virtual Private Network) atau menggunakan Youku alias Youtube China. Nah disana banyak sekali film-film bagus yang memiliki subtitle Mandarin ataupun film-film China sendiri. Namun, jika kita keluar dari China Youku menjadi sangat lambat dan cenderung susah untuk dibuka. Jadi, salah satu caranya adalah dengan mengakses VPN ke China dan membuka Youku. Sehingga, kita bisa mendapatkan exposure terhadap bahasa Mandarin.

 

  1. Ngobrol Dengan Teman-Teman di China Dengan Bahasa Mandarin

Karena sekolah di China memiliki banyak sekali murid dari seluruh penjuru dunia tentu kita semua memiliki latar belakang bahasa yang berbeda-beda. Jadi, tentu kita tidak akan bisa untuk berbicara dengan setiap dari teman-teman kita dengan bahasa mereka masing-masing. Salah satu cara yang paling sederhana adalah dengan menggunakan bahasa yang telah kita pelajari bersama selama satu semester itu, yaitu bahasa Mandarin. Jangan gunakan bahasa Inggris saat berbicara dengan mereka, dan tentunya kita sangat perlu untuk memiliki teman asing dan bukan hanya teman Indonesia saja. Wechat adalah aplikasi yang pasti dimiliki oleh semua orang di China baik itu orang asli maupun orang asing di China.

 

  1. Cakrawala FM

Ini bukan artikel promosi atau Endorsement, tetapi ini adalah satu-satunya radio di Indonesia yang cukup menggunakan banyak bahasa Mandarin baik untuk penyiarnya maupun lagu-lagu yang diputar di radio tersebut. Dengan banyak mendengarkan radio ini tentu akan sangat membantu kita yang sedang belajar bahasa Mandarin.

 

  1. Download Lagu dan Podcast

Karena di Indonesia mungkin berbeda dengan saat di China, jadi kebanyakan dari kita menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian. Nah di saat macet di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya ataupun Medan sedang merambah salah satu cara agar tetap belajar adalah dengan mendowload lagu-lagu berbahasa Mandarin atau dengan mendengarkan Podcast dalam bahasa Mandarin. Karena ini adalah salah satu latihan yang paling baik dan tentunya menyenangkan.

 

  1. Tulis Jurnal

Mungkin banyak dari kita berpikir menulis Diary, Buku harian atau Jurnal adalah hal yang kekanak-kanakan, feminim, atau apalah itu. Tetapi, untuk yang belajar bahasa asing ini adalah metode terbaik untuk tetap melatih kemampuan menulis bahasa asing. Khususnya bahasa-bahasa yang memerlukan memori yang kuat seperti bahasa Mandarin, karena dibandingkan bahasa lain, bahasa Mandarin memiliki sistem penulisan yang berbeda dan cukup sulit untuk bisa terus dikuasai jika tidak ada latihan yang konsisten. Oleh sebab itu, saat liburan datang, kalian bisa belajar dengan menulis jurnal saat liburan, ceritakan pengalamanmu ke dalam bentuk tulisan. Tentu saja hal ini tidak hanya baik untuk menulis bahasa saja, tetapi baik untuk hidup kita juga. Karena dengan menulis ini kita bisa menjurnal dan merefleksikan diri kita dan apa saja yang kita lakukan dan terjadi di dalam hidup kita.

 

  1. Mengajarkan Bahasa Mandarin

Teori tentang “learning” menuliskan bahwa cara terbaik untuk belajar adalah dengan mengajarkan kembali apa yang telah dipelajari karena dengan itu kitapun belajar kembali. Jadi meskipun bahasa Mandarin kita masih tidak bagus, kita bisa mengajarkan saudara kita atau teman kita bahasa Mandarin meskipun mungkin kita tidak dibayar, ingat bahwa fokusnya bukan uang melainkan retention terhadap bahasa Mandarin.

 

  1. Pergi Ke Daerah Pecinan

Salah satu cara terbaik adalah dengan berbicara dengan penutur asli. Kemudian, di kebanyakan negara memiliki salah satu daerah yang menjadi daerah Pecinan atau daerah dimana banyak orang Tiongkok tinggal. Meskipun banyak dari orang itu adalah orang-orang keturunan tetapi banyak dari mereka yang masih bisa berbahasa Mandarin. Jadi, ini adalah salah satu cara terbaik untuk tetap belajar bahasa Mandarin meskipun berada di Indonesia. Baik itu datang untuk berbelanja atau mungkin bisa juga datang ke Kopitiam atau tempat nongkrong mereka dan ajak mereka berbicara bahasa Mandarin. Tentunya mereka akan senang untuk diajak berbicara bahasa asli mereka. Kita mungkin melihat hal ini sebagai hal yang tidak mungkin, karena banyak faktor dan salah satunya adalah rasa malu dan takut dengan apa yang mereka pikirkan jika kita datang dan mengajak mereka berbicara. Tapi, hal itu sebetulnya bukanlah hal yang perlu di khawatirkan karena kebanyakan dari apa yang kita takutkan sebetulnya tidak pernah terjadi.

 

  1. Cari Teman atau Pacar Orang China atau Taiwan

Ini adalah salah satu hal tercepat jika ingin menguasai bahasa asing, tidak hanya bahasa Mandarin, tetapi segala bahasa di dunia. Perasaan saling suka dan mencintai akan membuat kita berusaha untuk bisa mengerti apa yang pasangan kita ucapkan dan karena kita akan berbicara setiap hari sehingga penggunaan bahasa secara aktif (mendengarkan dan berbicara) tentu akan terpakai setiap hari. Tetapi, kalau memang tidak bisa mendapatkan pacar, temanpun adalah hal yang baik jika kita bisa mendapatkan teman yang bisa kita ajak berbicara setiap saat.

 

  1. Baca Baca Baca

Entah itu baca buku materi yang sudah kita pelajari semester yang lalu atau baca hal yang baru, pastikan kita terus membaca. Karena kalau kita tidak membaca tentu akan sangat banyak huruf Mandarin yang kita lupa.

Berikut beberapa cara sederhana untuk tetap mempertahankan kemampuan berbicara bahasa Mandarin. Jika kalian ingin mencari orang China atau Taiwan untuk latihan berbicara bisa langsung menghubungi kami.

Share This